Say No To DERO MIX [kreasi]

17 09 2009

Kalo yang baca orang luar mungkin blom ngerti maksudnya apaan, Dero saja mungkin gak tau itu apa dan bagaimana.. Dero = tari persahabatan yang berasal dari sulawesi tengah [Poso/Morowali dan sekitarnya], dengan cara bergandengan tangan, membentuk lingkaran dengan gerakan-gerakan tertentu dan di iringi oleh musik khas yang juga di sebut musik Dero].

— intro potong disini —

Pertama baca judulnya apa yang terpikirkan di benak kalian?… [nyolot amat nih poster, maunya apa sih!! ... setubuh..ehh setujuhh!! … duduk manis sambil nyimak ahh!!...]
Ap tu yu lah… Disini saya akan membahas seputar irama musik dan gerakannya, yang menurut saya sudah berlebihan, dan di luar batas estetika, jika kita melihatnya dari sudut pandang kebudayaan. Sebuah olah budi daya nenek moyang kita yang alangkah bijak dan indahnya jika kita tetap memelihara ke original-annya, yang kemudian menjadi identitas daerah itu sendiri di mata khalayak lokal bahkan dunia mungkin. Tapi apa yang terjadi?? Di beberapa tempat/waktu/tayangan/pertunjukan/situasi, saya sering sekali menemukan kondisi ini melenceng dari apa yang sesungguhnya dari dero itu… [hhaa.. maksudnya?].. gini…, dero secara aslinya di alunkan dengan iringan musik gong/gendang pada jamannya dan diringi alunan syair dengan irama khas, yang kemudian para pen-dero mulai melangkah bergandengan tangan, berputar membentuk lingkaran… Okelah sekarang udah maju, bisa pakai alat musik yang lebih moderen.. gak apa-apa… cuman yang jadi permasalahan bagi saya adalah irama dan gerakan “masa kini” itu loh… bikin hilang nilai history-nya… [ahh blom ngerti nih]… Beberapa yang saya lihat/temui, adalah irama dero yang sudah di mix [istilahnya sih gitu], iramanya terdengar seperti dangdutan, malahan irama musik dangdut kayak SMS, Kucing Garong, Bang Toyib, bener-bener kelihatan, bahkan sound track film animasi Shinchan juga ada… nah loh… [hai dodo, makapia makado]… kata mereka biar lebih nge-beat, nge-punk, nge-dance, nge-trance, lebih masa kini… hahahaha… gak getu kalee… [no hope banget dot com]. Dan kemudian, gerakannya juga, gerakannya tetap berputar mengitu yang lain, akan tetapi ada yang tidak berpegangan tangan dan mutar-mutar sendiri kayak gangsing ajah… belom lagi yang lebih parah menurut saya, ada yang pake break dance, street dance, tari kejang, atau apalah namanya yang bener-bener gak etis dan merusak nilai budayanya…[jari tengah buat mereka yang pake break dance dan sejenisnya dalam Dero]. Read the rest of this entry »

Popularity: 37%



Ajarin nge-blog dong

5 09 2009

Asik chatingan, ada temen yang private, nanya ini itu, dan minta di ajarin nge-blog… umphh… saya mencoba arahkan dia ke google, buat baca-baca sebenernya blog itu apa dan bagaimana… bukan kenapa-kenapa, ini udah yang ke sekian kalinya ada teman yang minta di ajarin ngeblog dan segala macam tetek bengeknya, tapi yah gitulah… mentok, gak ada kelanjutannya… blog gak pernah di update, postingan terakhir tahun jebot… ealah, gak lagi deh… yang sebenernya saya welcome terhadap mereka yang mau ngeblog, itung-itung menambah jumlah blogger palu [sulteng], tapi mungkin dasarnya mereka cuman sekedar ngikutin trend, jadinya blogger sesaat doang.

Gak susah sebenarnya untuk berkutat di dunia blog… seorang blogger gak harus “journalist”, yang isi postingan dan tata bahasanya kayak wartawan… -blank!!-, Di titik ini saya sering menemukan mereka yang mulai merambah dunia blog, merasa gak tahu harus mengisi blog mereka dengan apa dan bagaimana… Blog = journal online, apa saja bisa di jadikan isi postingan… cerita keseharian, foto-foto, opini, tutorial, atau apalah yang berasal dari olah pikiran dan tata bahasa kita sendiri… mau copy paste juga sebenarnya gak masalah, cuman ngikutin etika… Justru beberapa indvidu menjadikan blog sebagai lahan meraup rupiah… hehehe… manteb too.. enak too.. :D Read the rest of this entry »

Popularity: 30%



Lagi ngetrend yah..

1 09 2009

Lagi ngetrend yah main caci maki, hina, claim, dan sejenisnya… belakangan ini setiap online, login ke forum, facebook, blogging, googling dan lewat media lainnya selalu nemu hal yang sama, Indonesia vs Malaysia… ealah… bikin mual, muntah, pusing, gatal-gatal, meriang, panuan, korengan ajah baca/lihat begituan… :o
Siapa cepat dia dapat [dalam beberapa hal secara tekhnis]… ummpphh… bisa gak yah saya gambarkan seperti itu? Toh kita punya latar belakang yang hampir bahkan bisa di katakana sama… entahlah… tapi dengan cara seperti di atas saling hina bukanlah cara yang benar, masih ada kan mediasi yang jauh lebih pantas…
Masih menyangkut culture and tourism.. sebuah tarian kebudayaan asli daerah saya yang di tampilkan dengan polesan kreatifitas.. ya.. ya.. ya… yang ada di benak saya saat melihatnya, masih bisakah di katakan penampilan tersebut adalah tarian budaya??!!.. gini loh.. dalam tarian tersebut banyak unsur sakral dan makna budaya yang terkandung di setiap gerakannya, satu gerakan pun memiliki nilai budaya yang amat sacral.. dengan di kreasikan seperti itu dan di susupi oleh gerakan yang bukan bagian dari gerakan sesungguhnya bisa mengurangi arti/nilai dari tarian tersebut.. bukankah tujuan dari penampilan itu untuk memperlihatkan ke khalayak sebuah histori dari nenek moyang kita dalam hentakan tubuh.. bagaimana bisa kita mencernanya jika dalam tarian tersebut ada gerakan break dance atau sejenis gerakan masa kini… Nah, di titik inilah nilai budaya dari tarian itu terganggu… Read the rest of this entry »

Popularity: 21%